Minggu, 29 November 2015

Nama : Artisa Rizki Jeniusa
Kelas : 02
Nim : 15.E1.0119
 Kebencian bertujuan menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam berbagai komunitas suku, agama, aliran kepercayaan, ras, antargolongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual

Rasa iri adalah penyebab kebencian yang terburuk, yang hampir tidak mungkin disembuhkan dengan apa pun, kecuali jika hati yang iri itu menemukan kedamaian.
Maka marilah kita bersabar terhadap sahabat yang berbicara dengan kebencian,
karena sangat mungkin itu disebabkan oleh hati mereka yang iri.
Dan marilah kita membantu mereka menerima
bahwa keberhasilan kita adalah juga untuk kebaikan mereka.

Islam sebagai jalan yang lurus untuk semua ummat dapat memberikan solusi yang baik untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :
- Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah),
- Bersabarlah
- Jadilah Seorang Pemaaf
- Biasakanlah diri Berperasangka Baik
- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu merugikan dirimu sendiri
- Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
- Ikhlas dan Tawakkallah

Berikut ini salah satu jenis bisnis kebencian :

Teknologi dan Robot Picu Perang Kelas Sosial
Koran SINDO
Sabtu,  13 Juni 2015  −  10:28 WIB

Johann Rupert berbicara di Luxury Summit di Monako, beberapa waktu lalu. Dia memprediksi perang kelas sosial akan terjadi beberapa tahun mendatang.
A+ A-
Adanya perubahan dalam perkembangan teknologi akan meningkatkan masyarakat kelas bawah dan muncul kesenjangan kekayaan. Hal ini akan memunculkan iri hati dan kebencian terhadap orang kaya.

Nantinya, perang kelas sosial bisa menjadi dampak buruk atas kesenjangan tersebut. Johann Rupert, pemilik Compagnie Financiere Richemont, memprediksi robot dan teknologi akan menyebabkan ratusan juta orang dipecat dan menjadi pengangguran. Itu akan memperluas kesenjangan antara orang kaya dan miskin. ”Itu akan memicu kerusuhan sosial,” tuturnya Luxury Summit di Monako beberapa waktu lalu.

Nantinya, menurut dia, perang kelas sosial tidak dapat dihindari. Kapan perang kelas sosial akan terjadi? Rupert mengungkapkan itu akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan. ”Itu yang membuat saya selalu terjaga setiap malam. Bagaimana masyarakat mengatasi pengangguran dan kebencian tersebut? Pasalnya, miliarder tidak ingin menunjukkan uangnya,” paparnya.

Dia mengungkapkan, masyarakat saat ini sedang mengalami perubahan besar. ”Kita berharap akan selamat karena kita telah bersiap- siap,” ujarnya, dikutip CNN Money . Pemenang dalam perang kelas sosial akan disebut dengan pemenang global. ”Fenomena tersebut akan menimbulkan iri hati, kebencian, dan perang sosial terhadap pemenang global dalam ekonomi baru. Mereka adalah miliarder,” tutur Rupert dikutip CNBC .

Dia mengungkapkan, para miliarder mendapatkan kekayaan tanpa paksaan. ”Anehnya, para pembenci miliarder itu tetap menjadi pelanggan kami. Ini tidak adil, tapi terus berkelanjutan,” imbuhnya. Pria berkewarganegaraan Afrika Selatan itu tidak mengetahui pakta sosial yang dimiliki masyarakat saat ini. Alangkah baik ketika manusia harus menemukan pakta sosial yang lebih baik. ”Orang kaya akan menjadi target kebencian,” tuturnya.

Ketimpangan merupakan ancaman yang jauh lebih besar bagi bisnis barang mewah daripada diskusi tentang e-commerce dan click and bricks . ”Jika menganggur, Anda tidak akan bisa membeli mobil atau apa pun,” tuturnya.

Rupert, 65, bukanlah miliarder pertama yang mengingatkan konsekuensi dari semakin lebarnya kesenjangan kekayaan. Paul Tudor Jones, Warren Buffet, Jeff Greene, dan Stan Druckenmiller berulang kali mengingatkan kepada para pelaku ekonomi di mana sekelompok kecil elite memungut penghasilan dan penambahan kekayaan.

Tidak terpengaruh dengan prediksi perang kelas, miliarder dengan kekayaan USD6,9 miliar (Rp92 triliun) mengatakan bahwa Richemont akan terus fokus pada produk yang diinginkan dengan ekuitas merek. Richemont memiliki Net a Porter, Alfred Dunhill, dan perhiasan Van Cleef & Arpels, juga produk jam tangan mewah Cartier, Piaget, Vacheron Constantin, dan IWC.

Pasar Richemont adalah mereka yang memiliki uang. Pria yang masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes pada peringkat ke-179 pada 2015 ini tidak merinci bagaimana Richemont akan beradaptasi pada dunia baru. Tapi meminimalkan ancaman itu dari jam tangan pintar dan teknologi lainnya, adalah solusinya. Gadget seperti jam tangan dan ponsel pintar sering dibuang.

Namun, jam tangan Cartier dapat disimpan seumur hidup atau bahkan diberikan kepada anak-cucu. ”Jika anak perempuanmu berusia 18 atau 21 tahun, kamu akan memberinya sesuatu yang akan diingat selama hidupnya,” ucap Rupert. Dia juga menerangkan tentang pemberantasan korupsi di China akan berdampak kepada bisnis barang mewah.


Dia tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perkembangan bisnis di China. ”Jika Anda harus membuat aturan yang mengatakan Anda tidak diizinkan memiliki pelat nomor militer pada Ferrari, Bentley, dan Rolls-Royce, apakah Anda mencium adanya korupsi?” tanya Rupert.
Ketidakseimbangan jenis kelamin di China di mana lebih banyak pria dibandingkan wanita justru membawa keuntungan bagi Rupert.

Keuntungan bisnis ini adalah beberapa oknum mendapatkan kemudahan karena adanya robot yang berteknologi tinggi tapi disampin itu akan semakin banyak pengangguran seperti yang sudah dijelaskan diatas.



Kamis, 12 November 2015

INDAHNYA BERBAGI DAPAT DAMAIKAN HATI
               
B
erbagi dengan sesama laksana cermin; pengaruh kebaikannya memantul untuk pelakunya. Selain pahala yang niscaya diraih, Allah juga selalu menggantinya secara lebih baik, bahkan bertambah-tambah. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasul SAW, "Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan (berbagi) kecuali justru ia bertambah, bertambah, bertambah.” (HR. Tirmidzi). Dalam Hadits lain ditegaskan, berbagi adalah untuk menurunkan karunia Ilahi. Nabi SAW bersabda, “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah (berbagi kepada sesama).” (HR. al-Baihaqi)
foto diatas adalah ketika saya melakukan proyek kebaikan berupa memberikan air minum kepada tukang bersih-bersih kampus di gedung antonius unika soegijapranata. Dalam proyek kebaikan I saya bersama kelompok saya itu berupa memberi minuman kepada orang yang berperan penting dalam keseharian kita namun kita kurang memperhatikannya. Contohnya, tukang bersih-bersih kampus dan tukang sapu jalanan. Saya memberikan minuman kepada  ibu tersebut dan teman saya memberikan minuman kepada tukang sapu jalanan.
Mengapa saya mempunyai ide seperti ini? Karena menurut saya tanpa adanya tukang bersih bersih di kampus maka kampus akan kotor dan tidak indah lagi. Maka, keberadaan beliau ini sebenarnya sangat berperan dalam menjaga kebersihan dan menambah kenyamanan kita di kampus. Pekerjaan beliau ini kurang mendapat perhatian lebih dari penduduk kampus. Maka dari itu saya mengapresiasikan beliau karena telah membuat gedung antonius bersih dan nyaman