Nama : Artisa Rizki Jeniusa
Kelas : 02
Nim : 15.E1.0119
Kebencian
bertujuan menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok
masyarakat dalam berbagai komunitas suku, agama, aliran kepercayaan, ras,
antargolongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual
Rasa iri adalah penyebab kebencian yang terburuk, yang
hampir tidak mungkin disembuhkan dengan apa pun, kecuali jika hati yang iri itu
menemukan kedamaian.
Maka marilah kita bersabar terhadap sahabat yang
berbicara dengan kebencian,
karena sangat mungkin itu disebabkan oleh hati mereka yang iri.
karena sangat mungkin itu disebabkan oleh hati mereka yang iri.
Dan marilah kita membantu mereka menerima
bahwa keberhasilan kita adalah juga untuk kebaikan mereka.
bahwa keberhasilan kita adalah juga untuk kebaikan mereka.
Islam sebagai jalan yang lurus untuk semua
ummat dapat memberikan solusi yang baik untuk menuntun kita ke jalan yang
benar. Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita.
Ialah :
- Banyak-banyaklah berdzikir
(mengingat Allah),
- Bersabarlah
- Jadilah Seorang Pemaaf
- Biasakanlah diri Berperasangka Baik
- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu
merugikan dirimu sendiri
- Jangan Sombong dan menganggap diri paling
benar
- Ikhlas dan Tawakkallah
Berikut ini salah satu jenis bisnis
kebencian :
Teknologi
dan Robot Picu Perang Kelas Sosial
Koran SINDO
Sabtu, 13 Juni 2015 − 10:28 WIB
Johann Rupert berbicara di Luxury Summit di Monako, beberapa waktu
lalu. Dia memprediksi perang kelas sosial akan terjadi beberapa tahun
mendatang.
A+ A-
Adanya perubahan dalam perkembangan teknologi akan meningkatkan
masyarakat kelas bawah dan muncul kesenjangan kekayaan. Hal ini akan
memunculkan iri hati dan kebencian terhadap orang kaya.
Nantinya, perang kelas sosial bisa menjadi dampak buruk atas
kesenjangan tersebut. Johann Rupert, pemilik Compagnie Financiere Richemont, memprediksi
robot dan teknologi akan menyebabkan ratusan juta orang dipecat dan menjadi
pengangguran. Itu akan memperluas kesenjangan antara orang kaya dan miskin.
”Itu akan memicu kerusuhan sosial,” tuturnya Luxury Summit di Monako beberapa
waktu lalu.
Nantinya, menurut dia, perang kelas sosial tidak dapat dihindari.
Kapan perang kelas sosial akan terjadi? Rupert mengungkapkan itu akan terjadi
dalam beberapa tahun ke depan. ”Itu yang membuat saya selalu terjaga setiap
malam. Bagaimana masyarakat mengatasi pengangguran dan kebencian tersebut?
Pasalnya, miliarder tidak ingin menunjukkan uangnya,” paparnya.
Dia mengungkapkan, masyarakat saat ini sedang mengalami perubahan
besar. ”Kita berharap akan selamat karena kita telah bersiap- siap,” ujarnya,
dikutip CNN Money . Pemenang dalam perang kelas sosial akan disebut dengan
pemenang global. ”Fenomena tersebut akan menimbulkan iri hati, kebencian, dan
perang sosial terhadap pemenang global dalam ekonomi baru. Mereka adalah
miliarder,” tutur Rupert dikutip CNBC .
Dia mengungkapkan, para miliarder mendapatkan kekayaan tanpa
paksaan. ”Anehnya, para pembenci miliarder itu tetap menjadi pelanggan kami.
Ini tidak adil, tapi terus berkelanjutan,” imbuhnya. Pria berkewarganegaraan
Afrika Selatan itu tidak mengetahui pakta sosial yang dimiliki masyarakat saat
ini. Alangkah baik ketika manusia harus menemukan pakta sosial yang lebih baik.
”Orang kaya akan menjadi target kebencian,” tuturnya.
Ketimpangan merupakan ancaman yang jauh lebih besar bagi bisnis
barang mewah daripada diskusi tentang e-commerce dan click and bricks . ”Jika
menganggur, Anda tidak akan bisa membeli mobil atau apa pun,” tuturnya.
Rupert, 65, bukanlah miliarder pertama yang mengingatkan
konsekuensi dari semakin lebarnya kesenjangan kekayaan. Paul Tudor Jones,
Warren Buffet, Jeff Greene, dan Stan Druckenmiller berulang kali mengingatkan
kepada para pelaku ekonomi di mana sekelompok kecil elite memungut penghasilan
dan penambahan kekayaan.
Tidak terpengaruh dengan prediksi perang kelas, miliarder dengan
kekayaan USD6,9 miliar (Rp92 triliun) mengatakan bahwa Richemont akan terus
fokus pada produk yang diinginkan dengan ekuitas merek. Richemont memiliki Net
a Porter, Alfred Dunhill, dan perhiasan Van Cleef & Arpels, juga produk jam
tangan mewah Cartier, Piaget, Vacheron Constantin, dan IWC.
Pasar Richemont adalah mereka yang memiliki uang. Pria yang masuk
dalam daftar orang terkaya versi Forbes pada peringkat ke-179 pada 2015 ini
tidak merinci bagaimana Richemont akan beradaptasi pada dunia baru. Tapi
meminimalkan ancaman itu dari jam tangan pintar dan teknologi lainnya, adalah
solusinya. Gadget seperti jam tangan dan ponsel pintar sering dibuang.
Namun, jam tangan Cartier dapat disimpan seumur hidup atau bahkan
diberikan kepada anak-cucu. ”Jika anak perempuanmu berusia 18 atau 21 tahun,
kamu akan memberinya sesuatu yang akan diingat selama hidupnya,” ucap Rupert.
Dia juga menerangkan tentang pemberantasan korupsi di China akan berdampak
kepada bisnis barang mewah.
Dia tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perkembangan
bisnis di China. ”Jika Anda harus membuat aturan yang mengatakan Anda tidak
diizinkan memiliki pelat nomor militer pada Ferrari, Bentley, dan Rolls-Royce,
apakah Anda mencium adanya korupsi?” tanya Rupert.
Ketidakseimbangan jenis kelamin di China di mana lebih banyak pria
dibandingkan wanita justru membawa keuntungan bagi Rupert.
Keuntungan bisnis ini adalah beberapa oknum mendapatkan kemudahan
karena adanya robot yang berteknologi tinggi tapi disampin itu akan semakin
banyak pengangguran seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Good article..
BalasHapusGood article..
BalasHapusTerima kasih utk artikel yang mengingatkan bagaimana dampak kebencian yang berkepanjangan
BalasHapusArtikelnya sangat membangun kak . Kita jadi sadar bahwa kebencian itu tidak baik dampaknya .
BalasHapusTerus berkarya kak . Kami tunggu post berikutnyaaaaaa ^^
Artikel yg membangun semoga bermanfaat
BalasHapus